Perda Rawa, Pemkot Perlu Kajian

By Dinas Pertanahan 02 Mei 2017, 14:13:23 WIB Pertanahan
Perda Rawa, Pemkot Perlu Kajian

Mengelola fungsi rawa menjadi salah satu cara untuk menangani banjir di Kota Tepian. Hal tersebut disampaikan Mislan, ketua Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKP DAS) Kaltim saat menyambangi Kantor Kaltim Post, Senin (23/1).

Menurutnya, selama ini, air dibuat bingung hendak mengalir ke mana, lantaran rawa sebagai salah satu wadah pelarian sudah beralih fungsi menjadi bangunan. Sementara, Samarinda yang berada di dataran rendah, di bawah 200 meter di atas permukaan laut, rentan tergenang. Dalam kondisi itu, daerah aliran sungai (DAS) dan rawa mengambil peran mengurangi luapan air.

“Makanya, pemerintah harus benar-benar menyoroti soal dinamika penggunaan lahan rawa,” ucap dia dalam kunjungan tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail mengatakan, itu adalah masukan yang positif. “Sekarang, kami sudah punya masterplan pengendalian banjir. Dari itu akan dikembangkan hingga lebih mendetail sampai tingkat kecamatan,” ujarnya kemarin (24/1).

Dia mengatakan, wacana pembentukan peraturan daerah (perda) soal pemanfaatan lahan rawa itu bisa saja terwujud. Namun, mereka harus terlebih dulu mendengar rekomendasi dari tim bentukan pemkot serta lembaga lain yang khusus menyoroti banjir. “Apabila sudah relevan dengan masterplan yang ada, kemungkinan bisa diwujudkan (pembuatan perda). Kan sudah jelas, tim pengendalian banjir memiliki unsur provinsi juga,” tuturnya.

Pihaknya pun berencana melakukan pemetaan ulang rawa di Samarinda. Harapannya nanti bisa sesuai dan tertampung dalam tata ruang wilayah. “Yang pasti kami berupaya sesuai masterplan. Setelah itu, baru dikaji kembali bersama tim pengendali banjir,” jelas orang nomor dua di pemerintahan itu.

Dia menambahkan pula, rawa berstatus milik warga akan diambil alih oleh pemkot. “Kemungkinan bisa kami beli. Yang pasti, kami tidak akan memberikan izin pembangunan pada kawasan rawa,” tegasnya.

Sebelum ini, pengamat lingkungan, Niel Makinudin mengatakan, sederet program pengendalian banjir di Samarinda tidak akan berguna jika masih terjadi aktivitas penimbunan rawa menjadi bangunan.

Sebab, menurut dia, rawa merupakan kawasan resapan alami yang dapat membantu menyerap air. Senada dengan Mislan, Niel pun menyarankan agar pemkot bisa membuat peraturan untuk melarang penimbunan rawa, apalagi mendirikan bangunan di rawa. 

Sumber : prokal.co




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Penilaian Website

Bagaimana menurut anda tentang website Dinas Pertanahan Kota Samarinda?
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang Baik

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video