Warga Punya SHM Hanya Rumor
Pembebasan Lahan Warga Sekitar Waduk Benanga

By Dinas Pertanahan 12 Jan 2018, 08:00:44 WIB Pertanahan
Warga Punya SHM Hanya Rumor

Keterangan Gambar : BISA LANJUT: Pembebasan lahan milik warga sekitar Waduk Benanga dapat diteruskan setelah ada kepastian status hukum tanah dari BPN Samarinda.


Upaya pembebasan lahan warga sekitar Waduk Benanga bisa berlanjut. Aral berupa kabar kepemilikan sertifikat tanah oleh warga ternyata tak terbukti. Itu terungkap setelah pemkot memverifikasi informasi tersebut, Jumat (3/11).

Sebelumnya, pemkot kesulitan memperlakukan warga pemilik lahan di sekitar kolam retensi raksasa di Samarinda Utara itu. Sebab, awalnya pemkot berencana membebaskan lahan berdasarkn informasi bahwa warga hanya memiliki lahan dengan kepemilikan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT). Rumor warga memiliki sertifikat hak milik (SHM) membuat upaya itu sempat terganjal karena berkaitan perlakuan pembebasan lahan.

Kepastian status lahan itu dijelaskan Kabid Keagrariaan Dinas Pertanahan Samarinda Yusdiansyah. Kepastian ketiadaan SHM itu mereka dapat setelah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Samarinda berkoordinasi dengan Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Kaltim. “BPN memastikan itu (warga memiliki SHM) hanya isu. Jadi jelas, bukti kepemilikan lahan hanya SPPT,” tutur Yus, sapaannya.

Karena itu, rangkaian agenda pembebasan bisa kembali berjalan. Mereka berencana menyosialisasikan upaya pembebasan lahan dengan skema tukar guling lahan ke warga, Rabu (8/11). “Semoga warga bersedia. Nanti sosialisasi akan dipimpin Pak Wawali (Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail),” jelasnya.

Saat dikonfirmasi terpisah, Wawali Nusyirwan Ismail menegaskan, proses berjalan dengan tukar guling lahan. Tidak ada pergantian dengan uang. Mengenai sosialisasi Rabu nanti, dia berencana melibatkan Polri, TNI, kejaksaan, dan pengadilan.

Dia menegaskan, pihak-pihak tersebut harus hadir. Sebab, untuk pembongkaran dan pembangunan bangunan di lahan baru, mereka mengandalkan tenaga TNI. Sementara itu, keberadaan perwakilan yudisial guna memberi penegasan seputar status hukum lahan tersebut. “Saya akan kembali berkoordinasi dengan TNI. Pembangunan (rumah) menggunakan material lama,” bebernya.

“Selama evakuasi, warga akan disewakan rumah. Kemungkinan dua bulan. Kami upayakan biaya sewa tidak menggunakan APBD,” pungkas politikus NasDem itu.

Sebelumnya, pembebasan lahan itu jadi bagian dari proyek penguatan Bendungan Benanga. Di kawasan yang kini dimiliki warga, jadi bagian penting untuk penguatan badan waduk. Awalnya, warga dan pemkot sepakat menjalani pembebasan lahan menggunakan sistem tukar guling lahan. Belakangan setelah hasil penaksiran lahan keluar, warga menganulir tuntutannya menjadi ganti rugi uang. (*/dq/ndy/k8)

Sumber : Prokal.co




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook


Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Google+, Linkedin dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.

Penilaian Website

Bagaimana menurut anda tentang website Dinas Pertanahan Kota Samarinda?
  Sangat Baik
  Baik
  Cukup Baik
  Kurang Baik

Komentar Terakhir

Video Terbaru

View All Video